Jangan Salah Memilih Caleg

Orang Gunung mencoba Bicara Politik....

Genderang Pemilu Legislatif 2009 telah dikumandangkan, tinggal menghitung hari....... pemandangan di sekitar kita menampakkan aneka warna, beribu slogan dan jargon politik yang disajikan untuk dapat mengikat seluruh masyarakat. Berbagai spanduk, banner, baligho, pamplet serta stiker para CALEG bertebaran di sudut-sudut kota bahkan sampai ke pelosok desa yang terkadang membuat sumpek.

Banyak pilihan calon anggota legislatif yang merupakan duta-duta partai politik maupun pribadi untuk memperjuangkan kepentingan mayarakat ditawarkan kepada khalayak baik legislatif kabupaten/kota, propinsi maupun nasional. Setiap caleg mengiklankan dirinya yang terbaik melalui kata-kata yang memikat serta photonya dengan background Pemimimpin Partainya masing-masing.

Dengan banyaknya pilihan tersebut, tentunya masyarakat dituntut untuk jeli, bijak dan berpikir matang dalam memilih caleg yang akan diamanahkannya sebagai wakil rakyat. Mengapa demikian ?

Karena saya yakini bahwa pilihan masyarakat dalam Pemilu Legislatif adalah persoalan serius dalam menentukan nasib masyarakat itu sendiri setidaknya untuk jangka waktu 5 tahun kedepan. Kita semua tahu bahwa perhelatan pemilu adalah merupakan bagian dari manipestasi kedaulatan rakyat yang diselenggarakan tidak dengan resiko kecil dan tentunya menggunakan biaya yang sangat besar. Sangat disayangkan apabila hasil dari pelaksanaan Pemilu Legislatif hanya mampu menghasilkan wakil-wakil rakyat yang tidak bisa berbuat untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Salah memilih berarti kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk sebuah perbaikan kehidupan dimasa yang akan datang, kehidupan masyarakat sesuai dengan yang dicita-citakan.

Ingat.... kita jangan sampai terjebak oleh rayuan, kata-kata yang memikat maupun photo Caleg yang tidak sedikit fosenya mirip Photo Model.

Kalupun ada Caleg maupun team suksesnya membagi-bagikan uang, AMBIL SAJA UANGNYA JANGAN PILIH ORANGNYA .... lumayan buat bayar Internetan di WARNET.... he...he... he...

Semua berpulang pada kita ....


[+/-] Selengkapnya...

REVIEW UANG PANAS

" UANG PANAS " dua kata yang tidak asing di telinga kita. Uang panas sering diartikan orang dengan konotasi yang negatif. Uang yang tidak aman bagi yang memegangnya, uang yang cepat hilang tanpa memberikan manfaat yang berarti bagi pemiliknya.

UANG PANAS saat ini sedang menjadi perbincangan PANAS di kalangan Netter bahkan di komunitas PEBISNIS ONLINE. UANG PANAS yang dimaksud adalah sebuah situs milik HARYO PRABOYO, Situs dimaksud adalah www.uangpanas dot com

Situs tersebut bukanlah sebuah situs mesin pencetak uang, bukan pula sebuah situs yang menjanjikan kepada sesorang bisa kaya mendadak dalam hitungan hari. Situs ini tidak lebih merupakan sebuah situs yang mengajarkan, memandu dan mengarahkan kepada seseorang bagaimana caranya menghasilkan uang dari INTERNET dengan mudah.


Bahasa yang sederhana serta mudah dipahami akan sangat membatu bagi para PEMULA untuk dengan mudah mempraktekan apa yang ada didalamnya.


Melalui situs uang panas ini, para PEMULA dipandu bagaimana mengungkap dan langsung mempraktekakan berbagai RAHASIA, diantaranya :


  • Rahasia mendapat uang dengan melakukan klik di situs orang lain
  • Rahasia mendapat uang dengan memasang iklan di situs / blog Anda
  • Rahasia mendapat uang dengan menulis artikel di blog Anda
  • Rahasia mendapat uang dengan mengupload file di internet
  • Rahasia mendapat uang setiap kali orang masuk ke situs / blog Anda
  • Rahasia mendapat uang setiap kali orang keluar dari situs / blog Anda
  • Rahasia menjadi nomor 1 di google search! (Apapun bisnis Anda, jadikan GOOGLE sebagai salesman Anda!)
  • Rahasia sukses memasarkan produk Anda melalui internet. (baju, buku, mobil, rumah, komputer, dst ... )
  • dll


Dan yang menjadi pertimbangan banyak orang untuk membeli Produk UANG PANAS adalah MAS HARYO memberikan berbagai bonus e-book senilai jutaan rupiah, LAYANAN KONSULTASI GRATIS selama 100 hari dan tentunya adanya GARANSI 100% uang kembali jika tidak berhasil.


Makanya, bagi para PEMULA yang saat ini mau memulai BISNIS ONLINE bahkan ingin mendapatkan UANG TAMBAHAN, saya MEREKOMENDASIKAN produk UANG PANAS.


Untuk bisa mendapatkan produk UANG PANAS, bisa JOIN DISINI atau langsung klik BANNER di Bawah ini :

lowongan kerja di rumah

[+/-] Selengkapnya...

Silih Wawangi

Manusia diciptakan Allah SWT sebagai makhluk sosial. Makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. Makhluk yang senantiasa selalu membutuhkan makhluk yang lainnya. Maka seyogyanya manusia harus saling mengasihi dan menyayangi, saling mengisi antara satu dengan yang lainnya. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam salah satu ayatnya " Bertolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan jangan bertolong menolong dalam perbuatan dosa dan keji".

Silih asah, silih asih, silih asuh dan silih wawangi diajarkan PRABU SILIWANGI yang kini menjadi Falsafah Masyarakat Jawa Barat, merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai sifat RAHMAN dan RAHIM ALLAH SWT.

Silih asah diartikan saling mengasah, saling mempertajam agar lebih berdaya guna dalam kehidupan, saling mendalami makna. Silih asih diartikan saling mengasihi antar sesama. Silih asuh dimaknai saling menjaga dan silih wawangi dimaknai saling memberikan hal yang positif.

Manakala nilai-nilai tersebut di atas, sudah terpatri dalam diri maka semangat berbagi akan lahir dengan sendirinya. Berbagi dengan harta, tenaga, pikiran atau ilmu. Ketika manusia sudah bisa berbagi maka dia telah menjadi manusia yang berguna. Dan kita maklumi bersama bahwa dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW bersabda " Sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi manusia yang lainnya ".

Semoga kita digolongkan menjadi manusia yang berhasil guna dan berdaya guna bagi manusia yang lainnya.











[+/-] Selengkapnya...

Siliwangi dalam Filsafat Maung

Konon, dalam mitos sejarah Sunda, Raja Sunda Pajajaran yang paling terkenal Prabu Siliwangi mengakhiri masa kejayaan kerajaan Pajajaran dengan tapadrawa. Sejak kejadian itu, kerajaan Pajajaran ikut menghilang sebagaimana hilangnya Prabu Siliwangi yang tapadrawa di hutan brihadara sehingga lahirlah istilah Prabu Siliwangi dan kerajaan Pajajaran nga-hyang. Dalam arti sebenarnya, tapadrawa yang dilakukan Prabu Siliwangi jadi hyang yang berarti jadi pandeta atau mandeta, bukan berarti "menghilang". Namun, sebelum Prabu Siliwangi nga-hyang, Prabu Siliwangi yang dianggap salah seorang manusia istimewa di kaumnya meninggalkan pesan yang disebut dalam istilah "wangsit", yang kemudian dikenal sebagai " Wangsit Siliwangi ".

Wangsit ini kemudian berusaha ditafsirkan dalam berbagai aspek kehidupan nyata karena isinya sangat padat dengan filsafat hidup, yakni "lamun aing geus euweuh marengan sira, tuh deuleu tingkah polah maung". Wangsit Siliwangi itulah yang menjadi salah satu kepercayaan banyak orang bahwa Prabu Siliwangi bermetamorfosis (manjana) menjadi maung (macan) setelah tapadrawa (tapa hingga akhir hayat) di brihadara (hutan belantara).

Oleh karena itu, sangatlah bertolak belakang bila telah terjadi metamorfosis (manjana) Prabu Siliwangi yang dikenal bijaksana dan penuh kasih sayang dalam memimpin rakyatnya harus mengakhiri hidupnya dengan menjadi maung. Jadi, mitos metamorfosis ini memang perlu penelitian lebih dalam ilmu sejarah, kebudayaan, sosiologi, arkeologi, antropologi, bahkan filologinya secara valid berdasarkan data dan fakta yang didapat dari para ahlinya. Namun, sekali lagi mitos ternyata telah berjalan sebagai folklore di masyarakat umum dan telah dipercaya menjadi konvensi tak tertulis yang kadang mencampuradukkan antara sejarah (syajaratun) dan dongeng (folk tale) sebagai bagian dari karya sastra, termasuk perihal Wangsit Siliwangi yang penuh dengan siloka dan filsafat hidup.

Artinya, jika kita mengkaji lebih dalam perihal kehidupan masyarakat Jawa Barat-yang notabene dominan etnis Sunda-di masa berikutnya dan kehadiran pasukan Divisi Siliwangi sebagai elemen kehidupan manusia yang memiliki keistimewaan dalam beberapa hal yang tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya, maka hal itu mungkin terjadi karena pengaruh mitos Prabu Siliwangi dan kerajaan Pajajaran, atau karena Wangsit Siliwangi dipercaya telah memberi nuansa penting dalam kehidupan orang Sunda dan tentara Siliwangi? Inilah persoalan menarik yang masih memerlukan penelitian dan pemikiran lebih panjang dari masyarakat dan tentara Siliwangi di Jawa Barat.

Fakta sejarah Dalam kehidupan selanjutnya di Jawa Barat kemudian lahir segolongan masyarakat yang memiliki keistimewaan tertentu. Mereka adalah tentara Kodam III Siliwangi yang berisi kumpulan manusia yang memiliki semangat jihad dan semangat juang tinggi membela tanah air. Dirinya juga memiliki rasa berkorban dan kemampuan memainkan strategi perang militer yang baik daripada masyarakat lainnya. Tentara Siliwangi-dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajuritnya berfungsi sebagai alat pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik budaya bangsa Indonesia-tetap menjadi harapan sebagai stabilisator dan dinamisator masyarakat, serta pengawal, pengaman, pengamal ideologi negara Indonesia, yakni Pancasila dan UUD 1945.

Artinya, secara tidak langsung tentara Siliwangi adalah abdi abadi ampera bangsa Indonesia. Berdasarkan alasan tersebut, tentara Siliwangi yang bermarkas di Jawa Barat memang tidak bisa lepas begitu saja keberadaannya dan saling mendukung antar sesama rakyat Jawa Barat dalam perannya sebagai abdi abadi ampera bangsa Indonesia. Filsafat "maung" Siliwangi Kiprah Divisi Siliwangi yang sejak resmi berdiri 20 Mei 1946 di Tasikmalaya telah demikian banyak dan sudah terasa sebagai abdi abadi Ampera.

Namun, dalam perkembangannya dari waktu ke waktu, Siliwangi bukan berarti tidak pernah mengalami berbagai kendala dan masalah. Justru sebaliknya, dalam perkembangan era reformasi saat ini, peran Siliwangi makin berat dengan berbagai tantangan yang dihadapi secara ipoleksosbudhankam, baik yang datang dari dalam/ intern masyarakat sekitar maupun dari luar/ekstern masyarakat dunia pada umumnya. Peran Siliwangi saat ini menjadi semakin rentan karena tidak hanya berhadapan dengan masalah politik dan militer, tetapi yang lebih berat adalah berhadapan dengan masalah sosial budaya, di mana kerap kali tentara Siliwangi harus berhadapan dengan masyarakat dan keluarganya sendiri. Konflik-konflik di masyarakat yang bermuara pada keadilan dan kemakmuran itu tentu saja harus menjadi catatan khusus Siliwangi dalam upaya mengukuhkan keberadaannya sebagai abdi abadi ampera bersama masyarakat.

Sebab, jika konflik-konflik intern khususnya di Jawa Barat berhasil teratasi, dampaknya akan membawa citra positif bagi tentara Siliwangi dan masyarakat Jabar umumnya yang sedang terlibat dalam konteks perubahan sosial (social change) di dunia yang tidak selalu kongruen (sama dan sebangun) dengan tingkat kemajuan sosial masyarakat. Tentara Siliwangi juga harus mengantisipasi proses perubahan sosial di masyarakatnya karena bersamaan dengan proses perubahan sosial itu, niscaya pula terjadi perubahan persepsi tentang nilai dan norma yang mengatur perilaku manusia sebagai perseorangan atau warga suatu kolektivitas (semacam tentara). Tentara Siliwangi membutuhkan sugesti kultural yang akan makin memperkokoh posisinya sebagai kelompok priviliege (kelompok berkepribadian istimewa) yang berkemungkinan menjadi pattern and trendsetter (panutan dan suri teladan) bagi masyarakatnya.

Di masyarakat Jawa Barat, sugesti kultural itu bisa didapat salah satunya dari filsafat dalam folklor masyarakat Jawa Barat. Nilai kultur historis masyarakat Sunda yang kuat dengan mitologi Kerajaan Pajajaran dan raja masyhurnya Prabu Siliwangi yang dimitos- kan bermetamorfosis (manjana) menjadi maung, kemudian meninggalkan Wangsit Siliwangi sebelum nga-hyang untuk tapadrawa di brihadara, menjadikan tentara Siliwangi mendapat sugesti kultural berupa filsafat positif maung Siliwangi. Filsafat positif maung Siliwangi sangat bermanfaat bagi masyarakat dan tentara Siliwangi dalam menghadapi kehidupan masa kini karena maknanya yang sangat relevan dengan situasi zaman yang terus berubah hingga saat ini, antara lain Sagalak-galak ning maung tara ngahakan anakna (Sejahat-jahatnya macan tidak pernah memakan anaknya sendiri); yang berarti manusia dilarang merugikan masyarakat atau bangsanya. Ini satu di antara 20 filsafat positif maung Siliwangi.

Tentara Siliwangi yang mau tidak mau terikat dengan mitos historis masyarakatnya, telah menunjukkan peran sertanya bagi kehidupan masyarakat Jabar-Banten dan bangsa Indonesia pada umumnya. Siliwangi yang walaupun lekat dengan aroma mitos, klenik, konvensi, dan realitas sosial terus berubah dari waktu ke waktu, lewat aplikasi sugesti kultural filsafat positif maung Siliwangi. Di era global ini Siliwangi harus mampu menjadi pattern and trendsetter (contoh panutan dan pengolah tingkah laku) yang sesuai dengan karakter masyarakat Jabar-Banten dan bangsa Indonesia. Semoga Siliwangi tetap "mengaum" (dengan suara membahana) di seantero Tatar Sunda Jabar-Banten dan zamrud khatulistiwa Indonesia.

ERWAN JUHARA Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMAN 10 Bandung

Kompas-cetak.

[+/-] Selengkapnya...

Designed by Posicionamiento Web | Bloggerized by GosuBlogger | Blue Business Blogger